Baru mau coba bikin puisi? Lagi bingung karena ada tugas bikin puisi? Pusing harus mulai dari mana? Harus gimana? Tenang, disini saya akan berbagi sedikit tips yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Silahkan dicoba! I hope this also can works on you!
1. Tentuin tema dulu!
Seperti contoh, ide dapat kalian tumbuhkan lewat suatu foto yang kalian lihat dari media sosial, dimana dari foto tersebut dapat dikembangkan sesuai imajinasi dan kreatifitas kalian. Selain foto, lagu juga dapat dijadikan bahan inspirasi dari pengembangan sebuah ide cerita. Sebuah lagu biasanya memberikan keterbukaan persepsi kepada si pendengar untuk dapat menarasikannya sesuai persepsi mereka walaupun hal itu berbeda dengan persepsi si penulis lagu.
Namun, jika cara tersebut masih belum ampuh untuk membantu kalian mengembangkan ide cerita, kalian dapat memulai dengan merefleksikan kejadian-kejadian yang pernah atau sedang kalian alami. Merasa buntu dalam mencari ide adalah wajar, apalagi ketika alasan dari pembuatan sebuah karya ini atas dasar keterpaksaan. Menurut saya, dengan mengambil masalah yang dekat dengan diri kita malah akan lebih memudahkan kita dalam "bercerita" nantinya. Karya yang dibuat berdasarkan pengalaman yang benar-benar terjadi juga akan lebih terasa hidup, dengan begitu pula karya tersebut akan lebih "ramah" dalam menyentuh pembaca untuk merasakan apa yang sebenarnya ingin kalian sampaikan.
Dalam upaya membuat sebuah karya, tentu kita harus punya ide cerita yang ingin kita sampaikan. Ide cerita nantinya akan dijadikan tumpuan kita dalam mengembangkan frasa. Jika kalian kesulitan dalam menemukan ide, hal yang dapat kalian lakukan untuk mengatasinya adalah dengan mulailah mencari dari hal-hal yang terjadi di sekitar kalian.
. . .
2. Bercerita pakai alur
Bukan cuma cerpen, puisi juga boleh pakai alur! Alur disini bisa dianggap cukup penting karena, menurut saya pribadi, puisi yang indah adalah puisi yang terkesan seperti bercerita. Untuk dapat bercerita dengan jelas, maka dibutuhkanlah alur. Dengan begitu bait-per-bait yang ditulis dapat berisi rangkaian kejadian yang tersusun secara kronologis meliputi awalan, klimaks, dan akhiran. Dengan adanya alur pula dapat membantu kalian menentukan bagian klimaks dari bait yang tersusun.
. . .
3. Coba tuliskan saja dulu!
Tahapan menulis biasanya menjadi tahapan tersulit walaupun kalian sudah mengantongi tema dan menentukan alur. Tahapan ini dapat dibantu dengan mulai membangun mood sesuai tema yang sudah kalian tentukan. Membangun mood dengan menyelaraskan suasana sekitar kalian saat menulis akan membantu diri kalian terhanyut dengan "emosi" yang kalian butuhkan. Jika kalian sudah menemukan ritmenya, maka kalian sudah siap untuk mulai menulis! Terkadang memang sulit untuk menuliskan apa yang ada di benak kita. Kalian harus bisa mengenyampingkan ego dengan berharap akan langsung menemukan diksi yang rumit saat pertama kali menulis. Alih-alih kalian bisa menggunakan dulu bahasa yang lugas serta masih bermakna tersurat. Jangan sia-siakan
treatment yang sudah kalian bangun sebelumnya hanya karena
stuck dalam menentukan diksi. Nantinya, jika semua ide yang kalian punya sudah dituangkan dalam bentuk tulisan, kalian dapat merevisi diksi yang sesuai dengan rima dari bait-bait akhir tulisan kalian.
. . .
4. Sortir dan edit kalimat yang tidak pas!
Setelah tulisan rampung, tiba saatnya untuk menyortir bagian-bagian yang dirasa tidak perlu. Baca kembali bait yang sudah kalian selesaikan, tentukan bait mana yang walaupun dihapus, tidak akan membingungkan 'alur' yang sudah dibuat. Jika semua bagian yang dirasa tidak perlu sudah selesai dihapus, saatnya untuk mulai menyesuaikan rima dengan mengedit diksi dan tipografi tulisan yang lebih terasa "sastra"nya. Kalian dapat menggunakan
KBBI online pada tahapan ini untuk memudahkan pencarian. Pilihlah diksi-diksi yang sarat akan makna tersirat.
. . .
5. Proofreading
Jika semua langkah diatas sudah dilakukan, langkah selanjutnya yang bisa kalian pertimbangkan untuk dilakukan yaitu, meminta bantuan ke teman dekat, orang tua, atau siapapun yang kalian pikir dapat membantu bertukar pikiran serta memberi saran. Tahapan ini biasa disebut proofreading. Proofreading dapat membantu kalian untuk mengetahui persepsi dari pembaca, serta validasi asumsi apakah pesan yang ingin kita ceritakan sama dengan apa yang ditangkap oleh pembaca. Sebelum melakukan tahapan ini, kalian dapat terlebih dahulu mempersiapkan pertanyaan yang dapat menjawab rasa penasaran yang ada di diri kalian, seperti:
- Bagaimana pendapat mereka akan makna puisi yang dapat mereka tangkap?
- Bagaimana pula perasaan mereka yang mereka rasakan setelah membaca puisi kalian?
- Kira-kira bagian mana yang menurut mereka kurang pas dan sebaiknya direvisi?
- Ada masukan dari mereka atau tidak?
- dan lain-lain.
. . .
6. Revisi sebelum dikumpul!
Bukan cuma skripsi yang butuh revisi ya wkwk puisi juga kok! Karya yang baik adalah karya yang berhasil melalui semua kritik dan menjadikan kritikan tersebut tamparan untuk membuatnya menjadi lebih lebih baik. Jangan malah ngedown dan jadi tidak ingin menulis lagi. Ingatlah kalau semua bakat akan sia-sia jika tidak diasah. Suatu karya yang buruk tidak menandakan kalau kalian tidak memiliki bakat disana, tapi mungkin hanya perlu berlatih. Pilih kritikan yang membangun dari tahapan proofreading sebelumnya, sisakan waktu sejenak untuk mulai memikirkan bagaimana memperbaikinya. Jangan terburu-buru dalam mengubah ataupun menghapus sesuatu, baca kembali sebelum melakukan tindakan apapun. Saran saya, jangan lupa mengcopy file tersebut sebelum kalian revisi, agar setelah revisian selesai kalian dapat membandingkannya kembali.
. . .
Jika kalian sudah selesai melakukan ke-enam tahapan di atas, harusnya sekarang kalian sudah memegang sebuah karya hasil kreatifitas dan imajinasi kalian, selamat ya! Jangan berhenti sampai disitu, jika kalian merasa enjoy mengerjakannya, mungkin kalian boleh mulai mempertimbangkan untuk menekuni bidang ini. Dan saya akan menganggap kalau tips yang saya bagikan ini telah membantu kalian sesuai harapan saya.
Terima kasih sudah berkenan singgah di blog ini ya!
Komentar
Posting Komentar